TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Pengadaan lelang proyek di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) minim peminat. Bahkan, menurut Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Tangsel, Wahyudi Leksono, ada beberapa diantaranya yang tidak diikuti pendaftar sama sekali.

“Minim pendaftar bahkan ada yang tidak ada pendaftarnya sama sekali malah. Ada sekitar sepuluhan (proyek),” ungkapnya kemarin.

Kebanyakan proyek yang tidak ada pendaftarnya tersebut merupakan proyek di bidang teknis, seperti pengerjaan jalan, saluran dan jembatan.

“Jalan ada, turap ada, jembatan ada. Tapi itu kan nanti kita akan lakukan proses lelang lagi,” imbuhnya.

Menurut Wahyudi, minimnya pendaftar pada beberapa kegiatan lelang di Tangsel karena keterbatasan kemampuan masing-masing pengusaha atau perusahaan yang mengikuti lelang, apalagi pembukaan lelang saat ini serentak dilakukannya.

Kota Tangsel sendiri sambung Wahyudi terdapat sekitar 400 paket proyek lelang hingga akhir tahun ini. Oleh karena itu, apabila ada proyek lelang yang sampai tidak terserap karena ketiadaan pengusaha yang mendaftar akan merugikan masyarakat Tangsel.

“BLP itu sebenarnya salah satu unit yang untuk melaksanakan fungsi APBD, APBD itu kan salah satunya untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau pengadaan barangnya telat, itu efeknya ke masyarakat juga,” tandasnya. (nov)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here