Industri Kuliner Paling Cepat Go International

    0
    64

    JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kemenpar menetapkan wisata kuliner sebagai salah satu produk pariwisata yang paling mudah untuk didorong agar cepat go international karena industri jasa ini telah didukung infrastruktur yang memadai antara lain; memiliki national food dan destinasi wisata kuliner, serta banyak pelaku bisnis kuliner Indonesia yang sudah menyebar ke mancanegara atau menjadi restaurant diaspora Indonesia.

    Sementara itu untuk mendorong industri kuliner Indonesia agar cepat go international, Kemenpar telah menetapkan program quick wins di antaranya menetapkan Ubud Bali sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO dan mem-branding 100 restaurant diaspora Indonesia yang tersebar di mancanegara. “Salah satu tugas utama kita adalah menetapkan standar agar industri kuliner kita cepat berkembang dan dapat bersaing di pasar global,” kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata (Deputi PIKP) Kemenpar Rizky Handayani Mustafa dalam acara Sosialisasi Struktur Organisasi Deputi PIKP 2018 dengan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Restoran Bunga Rampai Menteng Jakarta Pusat, Rabu (23/5).

    Deputi PIKP Kemenpar Rizky Handayani Mustafa didampingi Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti pada kesempatan itu menampilkan nara sumber Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh dan Manajer Proyek Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono, Kabupaten Temanggung, Jateng Fransisca Callista untuk berbagi kisah sukses dalam mengembangkan kuliner tradisional Indonesia.

    Vita Datau Messakh mengatakan, Kemenpar memilih Ubud, Gianyar Bali menjadi destinasi pertama UNWTO Gastronomy Destination Prototype dan merupakan strategi marketing yang tepat, “UNWTO merupakan endorser terbaik di dunia untuk bidang pariwisata. Masyarakat dunia akan cepat tahu bahwa Indonesia mempunyai Ubud sebagai destinasi gastromi kelas dunia berstandar UNWTO,” kata Vita Datau Messakh seraya mengatakan, upaya mem-brandingUbud agar mendunia gencar dilakukan di antaranya dalam pertemuan International Gastronomy Forum yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada 30 Mei hingga 1 Juni 2018 mendatang.

    Upaya lain dalam mempercepat kuliner Indonesia go international adalah mem-branding 100 restaurant diaspora Indonesia yang ada di mancanegara di antaranya dengan menggelar Indonesia Gastronomy Months yang akan berlangsung 27 September hingga 27 Oktober 2018. Pada event tersebut akan ditampilkan 5 macam kuliner sebagai indentitas atau national food Indonesia yakni; rendang, soto, nasi goreng, sate dan gado-gado, yang oleh CNN dipilih rendang, nasi goreng, dan sate sebagai makanan terlezat di dunia. “Sebelum kita melakukan Indonesia Gastronomy Months, kita akan melakukan summit restaurant diaspora Indonesia di Jakarta lebih dahulu. Sebanyak 100 restaurant diaspora Indonesia sudah menyajikan national food,” kata Vita Datau Messakh.

    Rizky Handayani Mustafa mengatakan, salah satu tugas dan fungsi Deputi PIKP adalah memfasilitas masyarakat (komunitas) untuk mengembangkan diri di bidang pariwisata, seperti yang dilakukan Komunitas Sepeda Pagi yang dipimping Fransisca Callista dalam menggembang pasar kuliner tradisional Pasar Papringan. “Ke depan kita harapkan akan banyak muncul kreativitas masyarakat desa dalam mengembangkan pasar kuliner khas daerah,” kata Rizky seraya mengatakan, pasar kuliner di desa akan memperkuat suatu daerah menjadi destinasi kuliner unggulan. Saat ini Kemenpar baru menetapkan sebanyak 5 destinasi wisata kuliner unggulan yakni; Bali, Bandung, dan Joglo Semar (Jogja, Solo, dan Semarang).

    Seperti diketahui pemerintah telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector dengan proyeksi devisa yang dihasilkan pada tahun ini sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 223 trilun dari kedatangan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 270 juta wisatawan nusantara (wisman) di Tanah Air. Perolehan devisa tersebut 30% di antaranya adalah pengeluaran wisatawan untuk kuliner. (son)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here