Perbankan Sediakan Fasilitas Business Card dalam Marketplace Farmasi Medbiz

5
Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani.

JAKARTA (bisnisjakarta.co.id) – Akses Kesehatan yang mudah dijangkau terus diupayakan oleh berbagai pihak, salah satunya melalui digitalisasi untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat dan aman bagi masyarakat. Hal tersebut mendorong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk bersinergi bersama PT Bio Farma (Persero) dalam menyediakan layanan perbankan secara holistik di bidang industri farmasi. Salah satunya, memfasilitasi layanan business card dalam marketplace obat-obatan Medicine Distribution Business Zone atau Medbiz by Bio Farma.

Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi pelaku industri farmasi yang bertransaksi melalui MedBizz by Bio Farma. Medbiz sendiri merupakan marketplace end-to-end distribusi obat-obatan dan alat Kesehatan yang ditujukan bagi retailer agar terhubung dengan multi distributor/seller di bidang farmasi.

Melalui business card ini, nasabah dapat melakukan transaksi dengan limit hingga Rp200 juta. Dengan begitu, diharapkan layanan perbankan mampu menjadi pilihan bagi apotek/klinik mandiri yang hendak melakukan pembelian obat-obatan melalui MedBiz, sejalan dengan beragam promo yang ditawarkan.

Baca Juga :   OJK Ajak Pelaku Usaha Giatkan Edukasi Keuangan

Tak hanya itu, kedua BUMN ini juga bekerja sama dalam penyediaan layanan paylater dan fitur pembayaran BRIVA. Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, pihaknya terus mendorong digitalisasi di industri farmasi yang diharapkan dapat membuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin mudah dijangkau. Di samping itu, kolaborasi ini merupakan salah satu komitmen bank plat merah itu dalam menyediakan layanan keuangan yang holistik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Sinergi bersama Bio Farma ini merupakan upaya kami dalam memberikan aksesibilitas dan kemudahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan. Kolaborasi serupa akan terus kami tingkatkan sebagai salah satu langkah merespons dari customer behavior yang berubah semenjak pandemi COVID-19,” ungkap Handayani.

Transaksi digital yang semakin marak merupakan peluang dalam mencapai inklusi keuangan. Didukung oleh digitalisasi yang juga terus dikembangkan oleh berbagai pelaku industri lain, salah satunya Bio Farma, Handayani optimistis pihaknya dapat menghadirkan layanan keuangan yang lengkap bagi masyarakat.

Baca Juga :   Wakil Menteri BUMN II Yakin Kapitalisasi Pasar BRI Tembus Rp1.000 Triliun

“Dengan semakin meningkatnya transaksi berbasis e-commerce, tentu pembayaran berbasis digital ini akan semakin marak. Infrastruktur, layanan, dan berbagai fitur inovatif terus kami kembangkan agar dapat menjadi solusi layanan keuangan masyarakat,” tambahnya

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, melalui kekuatan ekosistem Holding BUMN Farmasi, Bio Farma sebagai induk bersama Kimia Farma dan Indofarma bersinergi dengan menghadirkan aplikasi Medbiz, sebagai komitmen Holding BUMN Farmasi dalam memanfaatkan Transformasi Digital.

“Hal ini diwujudkan dalam bentuk Marketplace end-to-end di bidang distribusi obat-obatan dan alat Kesehatan yang diharapkan dapat menjadi solusi terbaik untuk berbagai kebutuhan produk kesehatan di Indonesia,” pungkasnya. *rah