Digitalisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif

8

JAKARTA (bisnisjakarta.co.id) – Upaya pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi yang signifikan pada berbagai sektor terus gencar dilakukan Pemerintah melalui berbagai kebijakan. Salah satu wujud implementasi kebijakan tersebut ditunjukkan dengan dilakukannya re-desain transformasi ekonomi yang didukung dengan akselerasi pembangunan guna mendorong peningkatan trajektori pertumbuhan yang lebih tinggi pasca pandemi.

Selain itu, pentingnya digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Pada pertemuan APEC, Presiden Joko Widodo mengajak Ekonomi APEC mendorong kesetaraan akses digital melalui peningkatan ketersediaan infrastruktur digital. Penguatan sumber daya manusia di sektor digital perlu ditingkatkan untuk mendukung pengembangan infrastruktur maupun teknologi digital.

Langkah kolaboratif perlu diperkuat untuk memenuhi kebutuhan dan adaptasi tenaga kerja guna menghadapi era Industri 4.0. Peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan perlu ditingkatkan, terutama untuk menjangkau kelompok perempuan, remaja, dan kalangan rentan.

Selain itu, literasi digital dan inklusi finansial bagi UMKM perlu didorong, mengingat kontribusinya yang besar terhadap perekonomian kawasan. Presidensi G20 Indonesia pada tahun ini juga mendorong dukungan sistem pembayaran untuk menyiapkan perekonomian pasca pandemi yang berbasis digital.

Baca Juga :   Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Anak

Selain itu, Jalur Keuangan telah melakukan pembahasan terkait pengembangan Central Bank Digital Currencies (CBDC) dalam rangka memfasilitasi pembayaran lintas batas sambil menjaga stabilitas moneter internasional dan sistem keuangan. Dari sisi regional, Presidensi G20 Indonesia mendorong penerapan Regional Payment Connectivity (RPC) di negara ASEAN sebagai inisiatif transformasi digital.

Presidensi G20 Indonesia juga mendorong peningkatan inklusi keuangan bagi kelompok rentan, yang salah satunya memanfaatkan digitalisasi sektor keuangan dalam mendorong produktivitas pada kelompok marginal atau rentan, yang mencakup UMKM, perempuan dan anak muda. *rah