Catatan Menparekraf Selama Dua Hari Kunjungan Kerja ke Bali

37

DENPASAR (bisnisjakarta.co.id) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno membagikan catatan khusus yang merekam perjalanannya selama melakukan kunjungan kerja ke Bali pada 18-19 Agustus 2022.

Sandiaga menjelaskan, maksud kedatangannya ke Bali adalah untuk memastikan bahwa kebangkitan ekonomi di Bali memiliki narasi yang positif dan optimistis.

“Oleh karenanya highlight dari dua hari ini dapat kami laporkan bahwa Bali siap untuk bangkit dan kelihatan setiap lini mulai dari yang paling bawah di desa-desa wisata sampai yang ada di tingkat persiapan G20, kebetulan juga tim sedang ada di sini untuk persiapan World Tourism Day ini menunjukkan peningkatan aktivitas peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih terbuka,” kata Sandiaga dalam keterangan yang dipantau di Denpasar, Minggu (20/8).

Selain itu, menurut Menparekraf perlu ada peningkatan terhadap penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, baik di destinasi wisata, sentra ekonomi kreatif, maupun ruang publik lainnya.

“Ini perlu kita tingkatkan lagi. Di mana sekarang kita masih di tengah-tengah gelombang BA.4 dan BA.5, kita harapkan di akhir Agustus ini sudah mulai melandai. Tapi kita harus siap karena ada ketidakpastian dari segi varian baru, dan ada gejolak ekonomi terutama berkaitan dengan pangan dan energi,” ujarnya.

Baca Juga :   Rapat Komisi III Dibuat Terbuka, Gerindra Walk Out

Dan yang terakhir adalah ancaman inflasi. Menparekraf Sandiaga menyebutkan jangan sampai kenaikan harga baik harga bahan pokok sampai harga tiket pesawat yang mengalami peningkatan mengganggu bangkitnya perekonomian khususnya di Bali.

“Pemerintah harus membantu masyarakat dengan program-program yang tepat dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Sandiaga.

Berkenaan dengan harga tiket pesawat yang menunjukkan tren peningkatan, Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan kepada kementerian/lembaga terkait, terutama Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN.

“Di mana diharapkan akan ada peningkatan jumlah penerbangan dan ketersediaan kursi,” kata Sandi.

“Dan kita harapkan dengan melandainya harga bahan bakar minyak terutama di dunia, maka harga avtur juga menurun dan akhirnya akan mengakibatkan biaya operasional dari penerbangan ini lebih rendah. Dan harapannya saat kita nanti masuk peak season biaya ini bisa lebih terjangkau,” lanjutnya.

Sandiaga memberikan beberapa opsi bagi wisatawan nusantara yang ingin berlibur ke Bali atau destinasi wisata lainnya untuk dapat menggunakan jalur darat dengan kendaraan roda empat atau kereta. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan harga tiket pesawat.

Baca Juga :   IHSG Selasa Dibuka Menguat 3,11 Poin

“Namun untuk wisatawan mancanegara kita harus tambah dan sudah ada beberapa penerbangan yang melalui maskapainya menyampaikan keinginan untuk menambah penerbangan ke Bali seperti Jetstar Group, juga Singapura Airlines, dan AirAsia Group,” kata Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga berpartisipasi pada acara “Virtual 11th APEC Tourism Ministerial Meeting” yang berlangsung di Krung Thep Maha Nakhon, Thailand, Jumat (19/8/2022) untuk menyatukan beberapa pemikiran demi kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo untuk membawa transformasi di tiga bidang utama yaitu pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, pariwisata berbasis masyarakat seperti desa wisata, dan yang terakhir adalah kebangkitan produk-produk ekonomi kreatif lokal dalam rangka penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja.

“Karena APEC ini adalah forum yang fokusnya adalah ekonomi yang berkeadilan, yang mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat yang baru saja melewati masa masa sulit saat pandemi. Sekaligus¬† juga menyampaikan pesan bahwa Bali siap menjadi tuan rumah event dunia seperti G20, World Conference Creative Economy, dan World Tourism Day,” kata Menparekraf.

Baca Juga :   PKPU Solusi Persoalan Kekurangan Surat Suara

Sandiaga memberikan informasi bahwa indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) Indonesia naik 12 peringkat melewati Thailand dan Malaysia.

“Keberhasilan kita naik 12 peringkat tentunya perlu kita syukuri. Namun dalam spirit kebersamaan ini bisa menjadi inspirasi juga agar kolaborasi antar negara bisa menghadirkan kebangkitan yang lebih kuat lagi sesuai dengan tagline kemerdekaan kita. Yaitu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga. *gde