Kominfo Perkuat SDM Bidang Digital melalui Desain yang Adaptif dan Visioner

7

JAKARTA (bisnisjakarta.co.id) – Masyarakat digital yang cakap dan berdaya menentukan bagaimana bangsa Indonesia dapat mengoptimalkan dan menuai manfaat dari era transformasi digital. Sesuai arahan Menteri Komunikasi dan Informatika, selaku leading sector dalam akselerasi transformasi digital Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)/Talenta Digital Indonesia secara komprehensif.

“Di tahun 2021, Kementerian Kominfo terus mengembangkan kualitas SDM/Talenta Digital secara komprehensif di 3 (tiga) tingkatan, baik di tingkat dasar melalui Gerakan Nasional Literasi Digital yang telah menjangkau 12,3 juta orang masyarakat, di tingkat menengah melalui Digital Talent Scholarship (DTS) dengan 131 ribu orang terlatih, lalu di tingkat lanjutan melalui Digital Leadership Academy (DLA) yang memberikan pembekalan kepada 306 orang pemimpin C-level dari sektor publik maupun privat,” ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi.

Terus Perkuat Kecakapan Digital Indonesia di Tahun 2022

Menyambut tahun 2022, ketiga program pengembangan SDM/Talenta Digital yang dinaungi oleh Kementerian Kominfo tersebut akan terus dikembangkan agar semakin siap serta semakin cakap menghadapi potensi kemajuan, tantangan, dan manfaat yang didapatkan dari agenda akselerasi transformasi digital nasional.

Pada 2022, GNLD akan menyasar 5,5 juta orang dari kelompok-kelompok masyarakat yang lebih spesifik agar pelatihan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan makin tepat guna. Beragam pelatihan yang diadakan melalui GLND didasarkan pada 4 pilar utama, yakni digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Program GNLD terbuka untuk masyarakat umum dan dapat diakses melalui situs web event.literasidigital.id.

DTS akan meningkatkan target capaian menjadi 200 ribu peserta, atau 100 ribu  lebih banyak dari target 2021. Berbagai pelatihan digital dengan topik-topik seperti cloud computing, artificial intelligence, big data analytics, digital marketing, dan berbagai kecakapan digital teknis lain yang semakin dibutuhkan di era digital dapat dipilih oleh peserta DTS. Selain pelatihan teknis, DTS juga memberikan fasilitasi sertifikasi global bagi peserta yang berminat dan menunjukkan performa yang baik.

Baca Juga :   Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Pelabuhan JICT dan TPK Koja Dituding sebagai Perampokan

Lalu, DLA akan menargetkan 400 orang pemimpin C-level dari sektor publik dan privat untuk diberikan pelatihan kepemimpinan digital. Tahun depan, DLA berencana menggandeng empat tambahan mitra universitas, yakni: Cornell University, Massachusetts Institute of Technology, University of Cambridge, dan Imperial College London.

“Kemajuan dan perkembangan teknologi digital yang pesat menjadi tantangan dalam menyiapkan SDM bidang Digital yang relevan dan terus up to date, sehingga program-program pengembangan SDM Digital terus diupayakan untuk didesain secara adaptif, responsif, dan visioner,” tutur Dedy Permadi. *rah