Pemerintah Siapkan Strategi Endemi

2

JAKARTA (bisnisjakarta.co.id) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan, Pemerintah sedang menyiapkan strategi menghadapi endemi bila Covid-19 bertahan dalam jangka waktu lama di Indonesia.

“Artinya nanti akan menjadi wabah yang sifatnya sporadis di tempat-tempat tertentu seperti flu, demam berdarah, dan seterusnya,” ujar Muhadjir Effendy melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (29/8) siang.

Muhadjir menyebut tidak ada pilihan lain saat ini selain disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penukaran SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, khususnya menjadikan protokol kesehatan sebagai bagian kehidupan sehari-hari terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Pemerintah terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung sampai penanganan COVID-19 dianggap terkendali.

Sementara itu dalam agenda takziah Muhadjir ke makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Ahad, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memantau pembagian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di daerah setempat. “Pastikan benar-benar terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai ada masyarakat yang berhak namun tidak memperoleh bantuan,” katanya.

Ia mengakui masih ada masalah dalam pembagian bansos terutama pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemerintah telah membuat jaring pengaman sosial secara berlapis-lapis. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako yang diberikan secra rutin. Kemudian, selama pandemi juga diberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Kalau dirasa belum cukup, untuk kota ada dana dari pemda yaitu refocusing untuk mereka yang belum dicover oleh BST. Kalau belum cukup juga masing-masing pemda diinstruksikan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD untuk bansos, ditambah sekarang ada tambahan bantuan dari TNI/Polri,” katanya. *rah

Baca Juga :   Kasus COVID-19 di DKI-Jateng-Jatim mulai turun