DENPASAR (bisnisjakarta.co.id) – Kadis Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan sebagian besar RS di Bali kini kekurangan oksigen. Pasokan dari Jawa sangat terbatas, sementara ketersediaan di Bali mulai langka. Kebutuhan oksigin untuk pasien covid jauh melebihi persediaan yang ada.  “Situasinya hampir tidak terkendali sebab kasus positif terus meninggi. Kita siaga1,” jelasnya saat mengikuti webinar Reses Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika, Jumat (23/7) di DPD RI Perwakilan Bali.

Dalam Reses yang mengangkat tema “Perkembangan Pandemi Covid 19: Sinergi Menghadapi Tantangan dan Upaya  Pemulihannya” Suarjaya menambahkan pengadaan oksigen juga terbentur ketersediaan anggaran. Tingginya kasus menurutnya karena munculnya varian delta. Dari hasil lab, ada 3 varian delta yang  terdeteksi dimana tingkat penularannya 7 kali lipat dibandingkan virus sebelumnya.

Menghadapi melonjaknya pasien, pihaknya telah menambah kapasitas tempat tidur. Sebab membikin RS darurat sebagaimana wacana yang berkembang terbentur alat kesehatan dan SDM.  Saat ini ada 62 RS yang merawat pasien covid di Bali. Menanggapi situasi darurat ini, Mangku Pastika berharap ada terobosan yang dilakukan seperti untuk pengadaan oksigen yang sangat dibutuhkan bisa dengan meminjam dana di Bank BPD Bali atau memanfaatkan dana CSR. “Dulu saat jadi gubernur bisa dapat bunga deposito Rp 70 miliar/tahun di BPD sehingga bisa melakukan bedah rumah,” jelas mantan Gubernur Bali dua periode ini.

Baca Juga :   KPK Panggil Pejabat Garuda Terkait Kasus Emirsyah Satar

Untuk itu Mangku Pastika mendorong agar semua potensi dimanfaatkan dalam menghadapi situasi darurat ini. “Saya siap sumbang 10 alat pengadaan oksigen. Nanti saya akan minta tokoh-tokoh untuk ikut bantu,” tambahnya. Terkait ruang perawatan, Mangku Pastika menyarankan agar memanfaatkan hotel-hotel yang dikelola BUMN yang jumlah kamarnya cukup banyak.

Owner NuArt Sculpture Park Bandung Dr. (HC) Nuarta mengatakan kekurangan oksigen merupakan masalah yang serius karena ancaman kematian. Nuarta berharap masyarakat Bali agar tetap disiplin ikut prokes. Kepala BPBD Bali Made Rentin menyampaikan upaya penanganan sudah dilakukan secara sekala dan niskala. Di sisi lain ia  menyampaikan masih ada tunggakan Rp 4,2 kepada hotel karantina Covid-19. *rah