Kabar Baik, 46 Leasing Ini Ringankan Cicilan Nasabahnya

    396
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan sejumlah nama perusahaan pembiayaan (multifinance) atau perusahaan leasing yang secara resmi sudah mengikuti arahan pemerintah terkait dengan memberikan kelonggaran cicilan kepada para nasabahnya di tengah tekanan ekonomi akibat virus corona (COVID-19). "Berikut beberapa pengumuman resmi dari bank/perusahaan pembiayaan. Jangan percaya info/pengumuman hoax yang beredar. Hubungi call center bank/perusahaan pembiayaan anda untuk keterangan lebih lanjut," kata Jubir OJK Sekar Putih Djarot dalam pernyataan resminya di Jakarta, Minggu (5/4)

    Adapun perusahaan pembiayaan yang dimaksud yakni sebanyak 46 hingga saat ini, yakni :

    1. PT Federal International Finance (FIF), Grup Astra
    2. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance
    3. PT Mandiri Tunas Finance, Grup Bank Mandiri
    4. PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance), Grup Trakindo
    5. PT Bussan Auto Finance (BAF), Grup Yamaha
    6. Astra Credit Companies (ACC), Grup Astra
    7. PT Aditama Finance
    8. PT PT AEON Credit Service Indonesia
    9. PT Al Ijarah Indenesia Finance (ALIF)
    10. PT Anugerah Buana Central Multifinance (ABC Finance)
    11. PT Armada Finance
    12. PT BCA Finance, Grup BCA
    13. PT BCA Multifinance, Grup BCA
    14. PT Beta Inti Multifinance
    15. PT BFI Finance Indonesia Tbk, Grup Northstar
    16. PT BRI Finance, Grup Bank BRI
    17. PT Buana Finance Tbk (BBLD)
    18. PT Bukopin Finance, Grup Bank Bukopin
    19. PT Capella Multidana
    20. PT CIMB Niaga Finance, Grup CIMB
    21. PT Citifin Multifinance
    22. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI)
    23. PT Hasjrat Multifinance
    24. PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Grup Indomobil
    25. PT Indosurya Inti Finance, Grup Indosurya
    26. PT Intanbaruprana Finance Tbk (IBFN)
    27. PT ITC Auto Multi Finance, Grup Payku
    28. PT Maybank Finance, Grup Maybank
    29. PT Mandiri Utama Finance, Grup Mandiri
    30. PT Multindo Auto Finance
    31. PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing), Grup MNC
    32. PT Rama Multi Finance
    33. PT Pro Car International Finance (Procar Finance)
    34. PT SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance)
    35. PT Smart Multi Finance
    36. PT Amanah Finance
    37. PT Andalan Finance
    38. PT Asiatic Sejahtera Finance
    39. PT Buana Sejahtera Multidana
    40. PT Finansial Multi Finance (Kredit Plus)
    41. PT IFS Capital Indonesia
    42. PT Mega Finance, Grup CT Corp
    43. PT MNC Finance, Grup MNC
    44. PT Saison Modern Finance
    45. PT Sinar Mas Multifinance
    46.PT Suzuki Finance Indonesia, Grup Suzuki

    Baca Juga :   Puspayoga Resmikan Aplikasi Ekonomi Pancasila

    Sebagai informasi, hingga Agustus 2019, jumlah anggota APPI mencapai 183 perusahaan sehingga jumlah perusahaan yang sudah menyampaikan keikutsertaan ini masih belum seluruhnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan, mekanisme yang perlu diikuti oleh para nasabah ialah mengajukan permohonan penangguhan atau kelonggaran kepada perusahaan pembiayaan bersangkutan. Setelah itu, pihak multifinance tersebut akan melakukan pengecekan data, dan menganalisis permohonan tersebut dengan melihat kemampuan dan daya bayar dari nasabah terkait.

    Perlu diingat, tegasnya, nasabah yang diperbolehkan mendapatkan penangguhan ialah khusus nasabah yang terdampak virus corona yang membuat aktivitas mereka tidak berjalan sehingga tidak ada pemasukan. Segmen pekerja yang bisa mendapatkan ialah pekerja informal dan driver ojek online (ojol) atau sopir taksi online.

    Ia mengatakan, debitur secara pro aktif memasukkan permohonan, nanti akan dihubungi petugas multifinance. Nanti akan ditanyakan mengapa mengajukan, pengajuan berapa lama, bisa dikirimkan bukti, rekening, dari situ nanti diputuskan seperti apa keringanan yang akan diperoleh. (son)