UE-UN Women Serukan Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

    76
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Uni Eropa (EU) bersama dengan UN Women menyerukan diakhirinya segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, dan bagaimana setiap orang dapat berkontribusi untuk menciptakan dunia yang setara dan bebas kekerasan. "Ketika kita memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan lnternasional, kita katakan bahwa ini harus dihentikan sekarang," tegas Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket saat membuka diskusi di Jakarta, Senin (25/11).

    Diskusi publik Bersama Kita Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan menghadirkan sejumlah narasumber antara lain aktris Velove Vexia, Budi Wahyuni dari Komnas Perempuan, dan Bagia Saputra dari Aliansi Laki Laki Baru berfokus pada tantangan dalam pencegahan dan dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan  anak perempuan.

    Diskusi juga berkembang membahas ketidaksetaraan dan norma-norma sosial yang diskriminatif yang berdampak negatif pada perempuan, serta bagaimana melibatkan Iaki-laki dalam mendukung kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

    Vincent menegaskan, kekerasan terhadap perempuan tetap menjadi salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling luas, persisten dan menghancurkan di dunia saat ini. Ia menyayangkan, sering kali tidak dilaporkan karena stigma dan rasa malu yang mengelilinginya, dan impunitas dinikmati oleh banyak pelakunya. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk secara terbuka menolak tindakan kekerasan atau pelecehan," kata tegas Vincent.

    Baca Juga :   AP II Sebut, Penerbangan Mulai Bergairah

    Sementara itu, Jamshed Kazi, UN Women Representative and Liaison to ASEAN menyampaikan, kekarasan terhadap perempuan dan anak perempuan terjadi di setiap ruang kehidupan. "Perempuan dan anak perempuan terus mengalami kekerasan di hampir setiap ruang kehidupan mereka, di rumah, di jalan, di sekolah, maupun di tempat kerja, terlepas dari tingkat pendidikan, status sosial atau usia mereka. Kekerasan terhadap perempuan bisa dicegah," tegas Jamshed.

    Oleh karena itu, kata dia, setiap orang memiliki peran dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Kampanye Perserikatan Bangsa Bangsa menekankan akan partisipasi semua orang, perempuan, anak perempuan, Iaki-Iaki, dan anak Iaki-laki untuk bersuara dan menghentikan normalisasi kekerasan terhadap perempuan, serta mengubah norma sosial dan stereotip negatif yang menghambat perempuan dan anak perempuan untuk mewujudkan hak-hak mereka.

    Aktris Velove Vexia melihat pentingnya peran masyarakat untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. ”Saya yakin, setiap perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Saya sudah, dan akan terus berupaya melanjutkan peran perubahan tersebut demi terciptanya dunia yang lebih baik untuk perempuan dan anak perempuan. Saya berharap semakin banyak anak muda yg berani untuk membuat perubahan, karena aksi sekecil apapun akan memiliki makna,” ucap Velove.

    Baca Juga :   Kemenkop UKM Gagas Pameran dan Festival Sarung

    Uni Eropa dan UN Women telah lama bermitra untuk menghentikan segala bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk melalui inisiatif HeForShe. Pada kesempatan ini, Duta Besar Uni Eropa dan Duta Besar Negara-negara Anggota Uni Eropa juga mengambil bagian dalam pemyataan HeForShe, untuk menegaskan kemball komitmen mereka dalam upaya meningkatkan kesadaran untuk turut serta melibatkan laki-laki dan anak laki-laki untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

    Pada saat sama,UE menampilkan karya dari 22 finalis kompetisi Gambar Komik dan Kartun "Think Equal, Think Girls” untuk mempromosikan hak-hak anak perempuan. Kompetisi ini dimenangkan oleh Amy Rahmadhita dari Bandung (Pemenang Hadiah Pertama), diikuti oleh Rama Indra Pradana dari Cimahi (Pemenang Hadiah Kedua) dan Leni Kamilia Nuraini dari Bandung (Pemenang Hadiah Ketiga). (son)