Raven Is Odd-Dove Deodorant, Persembahkan Art Installation

    62
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Raven Is Odd menggandeng Dove Deodorant mempersembahkan Art Installation sebagai bagian dari campaign #ShaveandShine. Kegiatan mengangkat tema seputar kehidupan Mental Health Issues, akan merepresentasikan beberapa mental health conditions dari sudut  pandang yang berbeda yang dikemas dengan konsep Art Installation, beberapa spot yang instagramable untuk pengunjung yang diselenggarakan di Pacific Place Jakarta, hingga 6 Februari 2020.

    Managing Director Raven Is Odd Ririnu Yuka di Jakarta, Senin (25/11) mengatakan, kolaborasi ini lahir atas persamaan visi Raven Is Odd dan Dove, dan dapat menciptakan antusiasme dan kesadaran yang  tinggi dari setisp orang bahwa kesehatan mental itu sangatlah penting ditengah hiruk pikuk kehidupan yang berjalan cepat dan padat dewasa ini.

    Dengan karya ini, Ririnu, ingin menyebarkan rasa kepedulian dan empati terhadap sesama. "Kami akan terus menyampaikan pesan positif kepada teman-teman di luar sana dengan membawakan isu dan konsep karya dengan inovasi yang berbeda," ujar Ririnu.

    Baca Juga :   PDIP Identikkan Nomor 3 dengan Ajaran Trisakti

    Sementara Senior Brand Manager Dove Deodorant Anggya Kumala menjelaskan, Dove percaya bahwa semua wanita memiliki hak untuk merasa bahagia dan nyaman dengan tubuh mereka. Sejak 2004, kata Anggya, Dove telah menyuarakan isu tentang kepercayaan diri terhadap tubuh melalui representasi wanita yang dikemas dengan pesan positif dalam setiap iklan Dove, dan dengan menjalankan Program Dove Self Esteem bagi para perempuan untuk memperluas definisi tentang kecantikan. "Kami berharap melalui kolaborasi art installation bersama Raven Is Odd, dapat menggaungkan pesan positif ini dengan lebih luas lagi," katanya.

    Berangkat dari misi tersebut, kata Anggya, Dove membuat penelitian yang bertujuan untuk memahami persepsi wanita tentang ketiak dari sudut pandang pribadi dan sosial. Penelitian ini juga untuk memahami masalah ketiak bagi wanita dan sejauh mana ini berdampak pada kehidupan mereka.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa dibalik kekhawatiran dan ketidakpuasan wanita terhadap ketiak mereka, juga ada ketakutan akan penilaian orang lain terhadap diri sendiri karena tidak atau belum menyentuh standar ketiak feminin  yang ideal.

    Baca Juga :   400 Jemaah Umrah Anamta Diminta Fokus Beribadah

    Standar ketiak ideal bagi wanita di Indonesia sama dengan standar ketiak ideal bagi wanita di negara lain terlepas dari perbedaan budaya yang ada. Standar ketiak ideal bagi wanita adalah tidak berbau, memiliki warna kulit yang sama seperti bagian tubuh lainnya, tidak berambut dan halus – 9 dari 10 (94%) membenarkan dan menyesuaikan standar ketiak ideal tersebut.

    Namun disaat yang bersamaan, 6 dari 10 wanita (57%) di Indonesia percaya diri dengan kondisi ketiak mereka apa adanya. Dove percaya bahwa tidak ada yang namanya standar ketiak ideal dan itu semua kembali kepada pilihan dan preferensi pribadi. :Dove ingin semua orang terbebas dari hambatan atau kekangan dari pandangan masyarakat soal ketiak denganmelupakannya, dan melanjutkan kehidupan sehari-harinya," paparnya.

    Dengan campaign #ShaveandShine, Dove mengajak khususnya perempuan yang mengalami masalah soal ketiak untuk menunjukkan versi terbaik dirinya. Dengan mengikuti tantangan ini, bisa membuktikan bahwa rajin merawat diri, termasuk merawat kulit ketiak, akan membuat kaum perempuan lebih bersinar dan percaya diri. (son)