Pemerintah Tawarkan Proyek Bernilai Rp 2.000 Triliun

    477
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kepala Biro Perencanaan Kemenhub Robby Kurniawan mengatakan, pembangunan konektifitas sektor transportasi Indonesia bertujuan untuk meningkatkan peran Badan Usaha Milik Negara dan Sektor Swasta dalam pembiayaan infrastruktur melalui skema Public Private Partnership (PPP). Hal itu dikatakannya pada Transportation Investment Forum (TIF) 2019 di Kuala Lumpur, Selasa (19/11)

    Acara dibuka oleh Dubes untuk Malaysia Rusdi Kirana. Hadir sebagai pembicara Heldy Satrya Putera selaku Direktur Infrastruktur Perencanaan BKPM, Dadang Jusron selaku Wakil Direktur untuk PPP dari Bapenas, Jonter Sitohang selaku perwakilan dari  Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Investasi Kemenhub, dan Rizka Anandita Ramses selaku Wakil President PT Penjaminan Infrastruktur Indoenesia (PT PII).

    Robby mengatakan, Kementerian Perhubungan memiliki 40 proyek PPP di sektor transportasi yakni dengan rincian 4 proyek bandara udara, 15 proyek pelabuhan, 8 proyek darat, dan 13 proyek jalur kereta api. Dalam lima tahun kedepan, kata dia, pembangunan infrasturktur masih merupakan prioritas utama. Proyek tersebut termasuk 3,000 km jalan baru dan 2,500 km jalan toll yang memakan biaya hingga Rp 2,000 Triliun atau senilai USD 142 Milyar. Sementara, pembiayaan yang dapat diberikan oleh Pemerintah Indonesia hanya sebesar Rp 600 Triliun atau sekitar USD 42.6 Milyar dan sisanya Rp 1,400 Triliun atau sekitar USD 99.6 Milyar  akan ditawarkan kepada pihak swasta.

    Baca Juga :   Taufik dan Sukarja siap Berikan Kemampuan Terbaik

    Rusdi Kirana menyampaikan keyakinan terkait kesempatan yang terbuka bagi para investor Malaysia untuk dapat berinvestasi dibeberapa sektor transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan.

    Menurutnya, peluang investasi ini dapat mempererat hubungan bisnis antara Indonesia-Malaysia. Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur sangat krusial terhadap pembangunan beberapa daerah di Indonesia. Dalam empat (4) tahun saja Indonesia telah mempercepat pembangunan infrastruktur yang menghubungankan darat, udara, dan laut.

    Di tahun 2019, total 1,794 kilometer jalan tol yang telah dibangun. Beberapa diantaranya adalah penyelesaian proyek tol Trans Jawa yang menghubungkan Pelabuhan Merak, Banten ke Surabaya, Jawa Timur dan dapat ditempuh dalam kurun waktu lebih kurang 9 jam yang awal mulanya memakan waktu 14 jam.

    Saat ini pembangunan tol Trans Sumatera dari Aceh ke Bandar Lampung, diperkirakan dapat memangkas waktu perjalanan dari 12 jam menjadi 6 jam perjalanan. Selain jalan tol, Pemerintah Indonesia juga membangun 27 pelabuhan komersil sejak 2015 untuk menghubungan laut dan 7 bandara udara baru di tahun 2015-2017.

    Baca Juga :   Pantau Pengendara Bandel, Polda Metro Tambah 45 Kamera

    Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa asosiasi kontruksi Malaysia diantaranya adalah Chec Constuction Sdn Bhd, Construction Industry Development Board Malaysia, HSS Enginering Sdn Bhd, MMC Group Corporation Berhad, Prasarana Berhad, MRT Corporation, Kumpulan Wang Amanah Pensiun (KWAP), Malaysia Airports Holding Berhad (MAHB), Maybank Investment Berhad, Sunway Construction Temokin Builder Sdn Bhd, Sapura Holding Berhad, Mudajaya Corporation Berhad, Muhibbah Engineering Berhad, Hyundai Masboh Sdn Bhd, Pembenaan YTL Sdn Bhd, Perdana Builder Berhad, Lfe Engineering Sdn Bhd. UEM Sunrise Berhad. (son)