Pemerintah Kembangkan Stasiun Bekasi

    78
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Stasiun Bekasi yang menjadi salah stasiun paling ramai karena melayani penumpang KA komuter dan penumpang KA jarak jauh, akan segera dibangun. Pembangunan stasiun itu akan memberikan ruang yang lebih luas dan kenyamanan bagi penumpang. Namun untuk bisa menyelesaikan pembangunan tersebut, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat sekitar agar pekerjaan bisa berlangsung dengan lancar dan cepat selesai.

    Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulmafendi saat membuka rapat koordinasi dan sosialisasi dalam rangka pembangunan fasilitas perkeretaapian yang berkeselamatan pada lintas Bekasi-Cikarang di Jakarta, Sabtu (16/11) mengatakan, pembangunan Stasiun Bekasi menjadi bagian dari pembangunan jalur dwi ganda (double double track/DDT) Manggarai-Cikarang. Pembangunan itu sudah sangat ditunggu penyelesaiannya oleh masyarakat pengguna kereta, karena akan meningkatkan kenyamanan dan pelayanan pengguna jasa.

    Penyelesaian pembangunan DDT, kata Zulmafendi, akan bisa meningkatkan kapasitas lintas kereta api di sepanjang jalur Manggarai-Cikarang. "Angkutan penumpang dan barang akan semakin lancar dan banyak karena ada pemisahan antara jalur komuter (KA jarak dekat perkotaan) dengan jalur utama Jawa (KA jarak jauh)," ujar Zulmafendi.

    Baca Juga :   Sambut Libur Lebaran, Sriwijaya Siapkan 860 Extra Flight

    Penyelesaian pembangunan jalur DDT juga akan membantu mengurangi kemacetan di jalan raya, karena sebagian besar penumpang akan beralih dari kendaraan pribadi ke kereta. "Dengan demikian tekanan kepada pemerintah pun berkurang karena sudah tersedia angkutan perkeretaapian," tegas Zulmafendi.

    Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus mengatakan, saat ini sudah dimulai pembangunan paket B dari proyek DDT lintas Bekasi-Cikarang, dan Stasiun Bekasi ada di dalamnya bersama beberapa stasiun lainnya.

    Dijelaskan Rode, pihaknya berharap proses pengosongan lahan bisa segera dilakukan sehingga pihaknya bisa bekerja dan mempunyai ruang untuk menempatkan alat kerja konstruksi. "Lalu lintas kereta dan juga kendaraan harus direkayasa sehingga bisa meminimalisir dampak pembangunan terhadap lalu lintas kereta dan kendaraan bermotor," ujar Rode.

    Demikian juga untuk alur pergerakan penumpang baik di dalam stasiun maupun di luar stasiun harus diatur sehingga penumpang bisa berpindah dengan mudah. "Kami mengusulkan agar perlintasan sebidang JPL 78 (KM 26+678) Bekasi dan JPL 111 (KM 43+798) Cikarang, bisa ditutup. Kami juga berharap agar pemilik utilitas dan fasilitas umum yang terkena dampak pembangunan, bisa segera memindahkan utilitas dan fasilitas tersebut," jelas dia.

    Baca Juga :   Waspada Penyakit, Ratusan Pemeriksa Hewan Kurban di Sebar

    Dalam kesempatan itu Rode juga mengingatkan agar sosialisasi kepada pengguna kereta dan pengguna jalan raya harus terus dilakukan, agar mereka bisa mengetahui manfaat dari pembangunan tersebut," tegas Rode.

    Selain modernisasi Stasiun Bekasi, stasiun lain yang akan dikerjakan adalah modernisasi Stasiun Cikarang dan membangun underpass di Stasiun Cibitung.
    Modernisasi yang akan dilakukan berupa membangun gedung stasiun baru, menambah jalur kereta, meningkatkan sistem persinyalan, dan meningkatkan listrik aliran atas.

    Untuk Stasiun Bekasi nantinya akan memiliki empat peron, dan jumlah jalur akan ditingkatkan dari empat jalur menjadi delapan jalur. "Luas stasiunnya meningkat dua kali lipat, dari 1.515 m² menjadi 3.600 m². Peron ditambah dari dua menjadi empat peron, dengan panjang masing-masing 300 meter," kata Rode.

    Selain itu juga akan ada 12 unit eskalator dan enam unit lift penumpang. Disediakan juga fasilitas musholla, toilet, dan dua area parkir yang cukup luas. Area parkir di sisi selatan seluas 2.800 m² dan di sisi utara seluas 4.400 m².

    Baca Juga :   BNI Turut Biayai Tol Japek II Selatan

    Pekerjaan modernisasi Stasiun Bekasi sudah dimulai dan diprediksi akan selesai pada Desember 2021. Sedangkan modernisasi Stasiun Cikarang akan selesai lebih cepat, yakni Agustus 2021. Untuk underpass Cibitung akan selesai pada Juni 2021. (son)