Kemenhub Bentuk Forum Riset dan Inovasi Transportasi Nasional

    34
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Perhubungan melalui Badan Penelitan dan Pengembangan Perhubungan membentuk Forum Riset dan Inovasi Transportasi Nasional sebagai wadah untuk mensinergikan penelitian-penelitian terkait sektor transportasi yang dilakukan berbagai pihak. Diharapkan Forum tersebut dapat mencegah terjadinya duplikasi penelitian yang kurang bermanfaat. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada acara International Conference of Transportation Research and Innovation (ICTRI) Jakarta, Rabu (13/11).

    Menhub mengatakan, saat ini banyak kegiatan penelitian tentang sektor transportasi yang telah dilakukan oleh Kementerian, lembaga pemerintah, akademisi dan swasta namun belum tersinergi dengan baik sehingga terjadi duplikasi penelitian maupun tidak termanfaatkannya hasil penelitian dengan baik. "Untuk itu saya mengajak semua yang ada disini untuk mensinergikan apa yang dibuat oleh universitas, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Balitbang Perhubungan dan semua peneliti menjadi suatu inisiasi. Peneliti harus di hargai lebih banyak, harus melakukan terobosan. Satu hal yang tadinya tidak kita pikirkan, mereka (peneliti) memikirkan, dan terjadilah solusi," ungkap Menhub Budi.

    Baca Juga :   Citilink Fokus Layani Kargo

    Menhub meminta kepada Badan Litbang Perhubungan untuk melakukan kerjasama di bidang riset sektor transportasi kepada negara-negara tetangga seperti Jepang, Korea, dan Australia. "Lakukan kerjasama dengan sahabat-sahabat kita yaitu dengan Jepang, Korea, Australia saya juga menyarankan untuk di intensifkan. Karena saya yakin sahabat-sahabat kita memiliki kompetensi yang lebih intensif jadi kita harus belajar dengan mereka. Saya yakin sinergi dan kolaborasi adalah cara yang baik untuk mendapatkan suatu hasil yang baik juga bagi kita semuanya,” tutupnya.

    Dalam rangkaian kegiatan ICTRI, Menteri Perhubungan juga turut menyaksikan prosesi penandatangan nota kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan dengan PT. Angkasa Pura I tentang Penelitian dan Pengembangan di Bidang Kebandarudaraan. Serta, penandatanganan kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Australia-Indonesia Centre Monash Universitiy tentang  Penelitian Bersama di Bidang Integrasi Transportasi dan Pengembangan Logistik di Bagian Timur Laut Provinsi Jawa Barat.

    Baca Juga :   ASEAN Seragamkan Standar Kompetensi Tenaga Profesional Pariwisata

    Kegiatan ini telah diawali dengan pelaksanaan kegiatan “call for papers” yang menampung semua hasil penelitian di bidang transportasi yang lebih bersifat penelitian perorangan atau tim. Peserta call for paper sebanyak 146 paper telah diseleksi dan dilakukan penilaian oleh tim juri, terdapat 40 paper yang lolos yaitu untuk tema Integration and Transportation Management sebanyak 16 finalis, Intelligent and Sustainable Transportation sebanyak 9 finalis, Infrastructure and Transportation Technology sebanyak 10 finalis, dan Multimodal Transportation and Logistic sebanyak 5 finalis. Paper yang telah lolos berdasarkan penilaian dari tim juri akan dipresentasikan pada kegiatan seminar hari kedua. Pemenang paper terbaik akan dipublikasikan di Jurnal ternindeks Scopus dan Sinta 2 serta mendapatkan uang tunai.

    Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro serta Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Jamaludin. (son)